Social Icons

Pages

Wagub Sultra Buka Seminar Kebangsaan Korem 143/HO

Suasana seminar kebangsaan yang dilaksanakan Korem 143/HO, Rabu (19/08). KENDARI, BKK – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke-70, Komando Resor Militer (Korem) 143/Halu Oleo (HO) menggelar seminar kebangsaan bersama dengan seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) dari berbagai profesi, Rabu (19/8).


Seminar yang dilaksanakan di Aula Manunggal Korem 143/HO pada itu mengangkat tema ” Dengan Momentum 70 Tahun Kemerdekaan RI Bersama Kita Hadapi Ancaman Nyata Kehidupan Bangsa, Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan, Memperkokoh Semangat Gotong Royong Menuju Indonesia Emas 2045″.
Sayangnya, acara itu tanpa dihadiri Komandan Korem (Danrem) 143/HO Kolonel CZI Rido Hermawan MSc yang sedang melaksanakan tugas penting di luar daerah, sehingga sambutannya dibacakan Kepala Staf Korem (Kasrem) 143/HO Letkol Inf Alamsyah.
Acara itu dibuka langsung Wakil Gubernur (Wagub) Sultra HM Saleh Lasata. Hadir sebagai pemateri Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sultra Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Andi Sumangerukka, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Drs Razali SH, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwilkemenag) Sultra H Mohamad Ali Irfan SE MM MAk, dan akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Prof Dr Karsadi, MSi. Sementara yang didaulat sebagai moderator adalah Direktur Utama (Dirut) Kendari Pos Irwan Zainuddin.
Dalam sambutannya Saleh Lasata mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik adanya kegiatan seminar kebangsaan tersebut. Menurut Wagub, kegiatan seminar ini merupakan salah satu wahana untuk membangun, memelihara dan menjalin komunikasi yang harmonis dalam rangka meningkatkan sinergitas, persaudaraan dan rasa kebangsaan.
“Saya harap dengan kegiatan ini harmonisasi di seluruh lapisan masyarakat Sultra akan semakin terbangun,” ujarnya.
Ditemui disela-sela pelaksanaan seminar Kasrem 143/HO Letkol Inf Alamsyah mengatakan, kegiatan ini dilaksanaknuntuk memaknai dan memberi nilai terhadap momentum Proklamasi kemerdekaan RI yang ke-70. Sehingga masalah persatuan dan kesatuan dipilih menjadi topik pada seminar kali itu.
“Disini kita menyamakan visi, misi, dan persepsi melalui gagasan-gasan maupun ide-ide. Hasilnya, nanti akan kita berikan kepada pemerintah daerah (Pemda) dalam bentuk rekomendasi, agar bisa dijadikan referensi untuk meningkatkan harmonisasi yang selama ini terjaga di Sultra,” jelasnya.